Chapter 2
Starting :
1. Kim Kibum ( Girl )
2. Choi Siwon ( Boy )
3. Ryeowook {wookie} >>>> girl
4. Sungmin >>>> girl
Summary :
“ kenapa kau selalu berlari setiap melihatku . . . . seburuk itukah wajahku sampai kau harus terus berlari dengan wajah ketakutan Kibum”
At Library
“Apakah wajahku seperti setan?”
Tiba tiba ada suara laki laki di depanku,,,dengan ragu aku mengangkat wajahku dan ditanganku yang masih memegang buku “managemen pendidikan”yang masih aku buka
Deg . . . . jantungku berdetak cepat,,secepat kereta ekspresss [wuuussssssssssssssssssssss] manusia berwajah sempurna ini berada di depanku,ya Tuhan apa yang harus aku lakukan . . . . .
“kenapa kau memandangku seperti itu?”suaranya membuyarkan imajinasiku
“eeemmmmm”sambil tersenyum manis aku mengurangi nervous ku
“apa kau membenciku? Atau mungkin aku punya salah padamu?”
“Ani”
“kenapa kau selalu menghindariku?”
“aku tak pernah menghindarimu,,kenal juga tidak”aku menjawab dengan gaya cool yang selalu melekat dengan image ku
Dia terlihat menarik nafas dan berdiri,,trus membungkukan badannya “anyeonghaseo,,aku choi siwon siswa kelas 2A”
Dia memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah dan memperlihatkan senyum indahnya yang membuat hatiku semakin berdetak kencang
“ne . . . arraso” aku menjawab datar
“kau mengetahuinya???”sambil mencoba untuk duduk di kursi di depanku”tapi kenapa kau seperti tak mengenalku???”
Aku hanya tersenyum datar [ ya Tuhan kenapa dia menatapku seperti ini,,,siapa sech siswa di sekolahan ini yang tidak kenal sama choi siwon,,ketua osis yang tampan dan berbadan sempurna tanpa celah ,,putra salah satu konglomerat dan berotak brilian]
Tiba tiba bel tanda masuk berbunyi,,,yang membuat pembicaraan kami terputus,,,
Sumpah demi Tuhan penguasa langit dan bumi ,,aku sangat bersyukur dengan datangnya bel tanda masuk itu karna aku tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada diriku jika dia trus menatapku seperti itu,,,,
Entah kenapa sejak pertemuan di pantai pagi hari itu membuatku selalu bergetar dan membuat jantungku berdebar lebih cepat setiap menatap nya.
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’Sekitar jam 7 malam aku sampai di rumahku
“eomma . . . . . aku pulang . . . “ teriakku sambil menaruh sepatuku di rak samping pintu
Aku berjalan menuju ruang tengah sambil menggeleng gelengkan kepalaku melemaskan otot leher yang belum aku rebahkan sama sekali di kasur tercintaku. Ku rasakan atsmosfer berbeda saat memasuki ruang tengah . . . .
“kaaauuuuuu . . . . “aku tersentak
“Bummie,,,,eomma baru tahu kalau ternyata sekarang kau membuka privat school di rumah”
“a . . . . . . . . .” tiba tiba laki laki itu,,si choi siwon memutus perkataanku “ iya ajeomma....soalnya saya tidak ingin merepotkan kibum dengan jarak rumah saya yang jauh ,,jadi biar saya yang kesini”jawabnya dengan lembutnya,,,dan aku hanya bisa memandangnya kesal dan datar
“ne,,,kalau begitu,,belajarlah kalian berdua di kamar kibum”
Aku mendengar tak percaya,,dan siwon sudah beranjak mendekatiku dan semakin dekat,,,,akhirnya ku ajak dia ke kamarku
“kamarmu rapi sekali”ucapnya membuka percakapan
“hhhhmmmmmmm”sambil menaruh tas ku
“bukumu jg banyak . . . . . . eh,,apa ini?”
“jangan menyentuh barangku”ku raih psp ku yang di pegangnya,,dan dia hanya tersenyum
“aku mau mandi dulu,,kalau kau merasa bosan ,,kau boleh pulang”
Aku mulai memanjakan tubuhku di kamar mandi,,aku memang selalu lama setiap aku melakukan aktifitas ini,,bisa sampai ½ jam aku melakukannya. Dan kebiasaan lainku setelah mandi adalah hanya memakai haduk dan melilitkannya yang mempunyai lebar dari dada sampai atas lutut.
“yaa . . . choi siwon, apa yang kau lakukan?” aku mendekatinya dan meraih buku yang sedang dia baca
“apa kau mencoba merayuku?”
“mwo . . . .”
“kenapa hanya memaki handuk untuk menutupi kulit putihmu?”
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa . . . . “ aku menjerit tapi dia dengan sigap beranjak dari tempat duduknya dan tangannya membekap mulutku “kalau kau berteriak sekeras itu,,bisa bisa semua akan berfikiran macam macam” dan aku hanya mengangguk dan berlari untuk memakai baju,,aku mengambil baju seadanya dan sebisa mungkin yang dapat aku raih dan menuju ke kamar mandi
“Aiissssss,,,kenapa aku mengambil baju setebal ini”gumamku,,dan beranjak keluar
Choi siwon melihatku dan tertawa sekencang kencangnya,,,
“ya ya ya,,,choi siwon . . . . apa yang kau tertawakan?”
Dia masih tetap tertawa tapi dengan menahannya “apa sekarang lagi musim dingin”
“aku memang lagi kedinginan” Jawabku sekenanya
“Apa mau aku menghangatkanmu”
Aku hanya melihatnya dengan pandangan penuh amarah . . . .
“oke oke,,aku tak akan mempermasalahkan,,,kita mulai saja”
Malam ini aku jadi guru privatnya seorang choi siwon yang memiliki kemampuan di atas rata rata,,entah angin apa yang membuatnya memintaku menjadi pembimbingnya.
“ya, choi siwon,apa yang kau lakukan?”
“kenapa kau selalu berteriak?”
“apa kau mendengarkanku . . . . . aku sudah capek . . . . “
“berhentilah kalau capek”
Sumpah aku bener bener marah malam ini,,dia sekenanya saja menjawab pertanyaanku dan hanya melihatku tanpa menoleh ke arah lain
“apa kau tidak merasa panas memakai baju itu Bummie?” sambil beranjak berjalan ke arahku,,dan aku yang menyadari itu trus melangkahkan kaki kebelakang sampai menatap lemari bajuku,,,,,posisinya saat ini bener bener dekat dengan ku . . . . dia memegang pipiku dan mendekatkan wajahnya . . . . .
Plaaakkkkk . . . . . .
Aku menamparnya . . . . .
Dia berdiri tegap dengan senyum mautnya yang membuatku benar benar takut . . . dan tiba tiba dia mencium bibirku kilat membuatku benar benar terkejut . . . .
“aku mendapatkannya . . . . “ dengan berlari dia mengucapkan itu . . . .
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa . . . . . “aku hanya bisa teriak sambil mejambak jambak rambutku . . . . benar benar choi siwon ini,,dia mengambil first kiss ku . . . . . sumpah aku tidak bersimpati padanya lagi . . . .sekarang kebencian di dalam hatiku sepenuhnya hanya untuk seorang choi siwon . . . .
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’
At canteen
Kibum dan wookie berjalan menuju kantin sekolah karena jam istirahat dan memang mereka berdua sedang lapar karna jam 12.00 siang begini memang pas untuk mengisi perut
“bummie . . . . kamu duduk disini aja,,biar aku yang pesen makan”
“ne wookie”
Sambil menunggu wookie membawakan pesenannya,,kibum menyalakan psp nya . . . . tapi kibum bosan karna wookie tidak datang juga padahal sudah laper banget kayak orang belum makan sebulan aja. Kibum menyapukan matanya ke seluruh kantin sekolah dan tiba tiba matanya membulat lebar . . . .
“knp bummie?”tanya wookie sambil meletakkan makan siang mereka
“gwaechana . . . .”tapi tetep tidak mengerakkan matanya dari pandangan yang ada di depannya . . . .
Wookie yang melihatnya aneh mengikuti arah pandang kibum . . . . . dan wookie menemukan pemandangan antara siwon dan sungmin yang bisa di bilang sangat mesra
“mereka memang selalu begitu” jawab wookie dengan santainya
“sudahlah,,ayo makan . . . . . “ [semalam dia menciumku dan sekarang seorang choi siwon di tempat umum sedang bersuapan dengan sungmin dan dengan mesranya mereka melakukannya,,,,trus semalam itu apa . . . . >>>>gerutu kibum dalam hati]
Kibum tidak bisa makan dengan tenang dan hanya melihat kelakuan mereka berdua sampai tiba tiba mata siwon menangkap dua pasang mata yang melihatnya dengan geram dan seakan akan siap menerkamnya, memakannnya, mencincangnya,,memutilasinya hingga tak berwujud manusia lagi.
Akhirnya dia menghentikan aktifitasnya dengan sungmin dan malah berpandangan dengan kibum.
Kibum yang melihat siwon memandangnya dengan begitu akhirnya beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan wookie
“ya ya ya . . . kim kibum . . . . kau meninggalkanku” teriak wookie tanpa dihiraukan oleh Kibum
Siwon yang melihat itu langsung meninggalkan sungmin dan mencari kibum di setiap sudut sekolah. Sampailah siwon di sebuah ruangan dan dia melihat seorang gadis memainkan bola basket ,,,,, siwon berjalan mendekatinya
“apa enaknya bermain sendirian”
Aku membalikkan badanku . . . . kulihat choi siwon tepat di depanku dan kami hanya berjarak satu jengkal saja. Aku terus memandangnya tapi dia terus berjalan hingga membuatku juga harus ikut berjalan mundur kalau tidak ingin kami bertabrakan,,,,sampai akhirnya aku menatap tembok ruangan ini yang membuat langkahku terhenti . . . . . karna tubuhnya yang tinggi aku harus mendongkakkan wajahku dan dia menundukkan wajahnya . . . .
“are u okey???”
[kenapa selalu kata kata itu yang bisa dia ucapkan]>>>> guman ku dalam hati
“ani . . . . nafasku sesak” aku menjawab dengan datar
“apa disini terasa sakit?”dia menyentuh dadaku sebelah kiri
“aku merasa sesak karna jarak kita yang terlalu dekat dan tubuhmu yang terlalu besar menghalangiku untuk bernafas dengan bebas” Kibum mencoba mendorongnya . . . . . dan melangkah pergi
Tiba tiba dengan posisinya masih menghadap tembok . . . .
“tapi disini terasa sakit bummie” sambil membalikkan tubuhnya ke arah Kibum yang membelakanginya
Kibum menghentikan langkahnya . . . . . .
-TBC-
Starting :
1. Kim Kibum ( Girl )
2. Choi Siwon ( Boy )
3. Ryeowook {wookie} >>>> girl
4. Sungmin >>>> girl
Summary :
“ kenapa kau selalu berlari setiap melihatku . . . . seburuk itukah wajahku sampai kau harus terus berlari dengan wajah ketakutan Kibum”
At Library
“Apakah wajahku seperti setan?”
Tiba tiba ada suara laki laki di depanku,,,dengan ragu aku mengangkat wajahku dan ditanganku yang masih memegang buku “managemen pendidikan”yang masih aku buka
Deg . . . . jantungku berdetak cepat,,secepat kereta ekspresss [wuuussssssssssssssssssssss] manusia berwajah sempurna ini berada di depanku,ya Tuhan apa yang harus aku lakukan . . . . .
“kenapa kau memandangku seperti itu?”suaranya membuyarkan imajinasiku
“eeemmmmm”sambil tersenyum manis aku mengurangi nervous ku
“apa kau membenciku? Atau mungkin aku punya salah padamu?”
“Ani”
“kenapa kau selalu menghindariku?”
“aku tak pernah menghindarimu,,kenal juga tidak”aku menjawab dengan gaya cool yang selalu melekat dengan image ku
Dia terlihat menarik nafas dan berdiri,,trus membungkukan badannya “anyeonghaseo,,aku choi siwon siswa kelas 2A”
Dia memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah dan memperlihatkan senyum indahnya yang membuat hatiku semakin berdetak kencang
“ne . . . arraso” aku menjawab datar
“kau mengetahuinya???”sambil mencoba untuk duduk di kursi di depanku”tapi kenapa kau seperti tak mengenalku???”
Aku hanya tersenyum datar [ ya Tuhan kenapa dia menatapku seperti ini,,,siapa sech siswa di sekolahan ini yang tidak kenal sama choi siwon,,ketua osis yang tampan dan berbadan sempurna tanpa celah ,,putra salah satu konglomerat dan berotak brilian]
Tiba tiba bel tanda masuk berbunyi,,,yang membuat pembicaraan kami terputus,,,
Sumpah demi Tuhan penguasa langit dan bumi ,,aku sangat bersyukur dengan datangnya bel tanda masuk itu karna aku tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada diriku jika dia trus menatapku seperti itu,,,,
Entah kenapa sejak pertemuan di pantai pagi hari itu membuatku selalu bergetar dan membuat jantungku berdebar lebih cepat setiap menatap nya.
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’Sekitar jam 7 malam aku sampai di rumahku
“eomma . . . . . aku pulang . . . “ teriakku sambil menaruh sepatuku di rak samping pintu
Aku berjalan menuju ruang tengah sambil menggeleng gelengkan kepalaku melemaskan otot leher yang belum aku rebahkan sama sekali di kasur tercintaku. Ku rasakan atsmosfer berbeda saat memasuki ruang tengah . . . .
“kaaauuuuuu . . . . “aku tersentak
“Bummie,,,,eomma baru tahu kalau ternyata sekarang kau membuka privat school di rumah”
“a . . . . . . . . .” tiba tiba laki laki itu,,si choi siwon memutus perkataanku “ iya ajeomma....soalnya saya tidak ingin merepotkan kibum dengan jarak rumah saya yang jauh ,,jadi biar saya yang kesini”jawabnya dengan lembutnya,,,dan aku hanya bisa memandangnya kesal dan datar
“ne,,,kalau begitu,,belajarlah kalian berdua di kamar kibum”
Aku mendengar tak percaya,,dan siwon sudah beranjak mendekatiku dan semakin dekat,,,,akhirnya ku ajak dia ke kamarku
“kamarmu rapi sekali”ucapnya membuka percakapan
“hhhhmmmmmmm”sambil menaruh tas ku
“bukumu jg banyak . . . . . . eh,,apa ini?”
“jangan menyentuh barangku”ku raih psp ku yang di pegangnya,,dan dia hanya tersenyum
“aku mau mandi dulu,,kalau kau merasa bosan ,,kau boleh pulang”
Aku mulai memanjakan tubuhku di kamar mandi,,aku memang selalu lama setiap aku melakukan aktifitas ini,,bisa sampai ½ jam aku melakukannya. Dan kebiasaan lainku setelah mandi adalah hanya memakai haduk dan melilitkannya yang mempunyai lebar dari dada sampai atas lutut.
“yaa . . . choi siwon, apa yang kau lakukan?” aku mendekatinya dan meraih buku yang sedang dia baca
“apa kau mencoba merayuku?”
“mwo . . . .”
“kenapa hanya memaki handuk untuk menutupi kulit putihmu?”
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa . . . . “ aku menjerit tapi dia dengan sigap beranjak dari tempat duduknya dan tangannya membekap mulutku “kalau kau berteriak sekeras itu,,bisa bisa semua akan berfikiran macam macam” dan aku hanya mengangguk dan berlari untuk memakai baju,,aku mengambil baju seadanya dan sebisa mungkin yang dapat aku raih dan menuju ke kamar mandi
“Aiissssss,,,kenapa aku mengambil baju setebal ini”gumamku,,dan beranjak keluar
Choi siwon melihatku dan tertawa sekencang kencangnya,,,
“ya ya ya,,,choi siwon . . . . apa yang kau tertawakan?”
Dia masih tetap tertawa tapi dengan menahannya “apa sekarang lagi musim dingin”
“aku memang lagi kedinginan” Jawabku sekenanya
“Apa mau aku menghangatkanmu”
Aku hanya melihatnya dengan pandangan penuh amarah . . . .
“oke oke,,aku tak akan mempermasalahkan,,,kita mulai saja”
Malam ini aku jadi guru privatnya seorang choi siwon yang memiliki kemampuan di atas rata rata,,entah angin apa yang membuatnya memintaku menjadi pembimbingnya.
“ya, choi siwon,apa yang kau lakukan?”
“kenapa kau selalu berteriak?”
“apa kau mendengarkanku . . . . . aku sudah capek . . . . “
“berhentilah kalau capek”
Sumpah aku bener bener marah malam ini,,dia sekenanya saja menjawab pertanyaanku dan hanya melihatku tanpa menoleh ke arah lain
“apa kau tidak merasa panas memakai baju itu Bummie?” sambil beranjak berjalan ke arahku,,dan aku yang menyadari itu trus melangkahkan kaki kebelakang sampai menatap lemari bajuku,,,,,posisinya saat ini bener bener dekat dengan ku . . . . dia memegang pipiku dan mendekatkan wajahnya . . . . .
Plaaakkkkk . . . . . .
Aku menamparnya . . . . .
Dia berdiri tegap dengan senyum mautnya yang membuatku benar benar takut . . . dan tiba tiba dia mencium bibirku kilat membuatku benar benar terkejut . . . .
“aku mendapatkannya . . . . “ dengan berlari dia mengucapkan itu . . . .
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa . . . . . “aku hanya bisa teriak sambil mejambak jambak rambutku . . . . benar benar choi siwon ini,,dia mengambil first kiss ku . . . . . sumpah aku tidak bersimpati padanya lagi . . . .sekarang kebencian di dalam hatiku sepenuhnya hanya untuk seorang choi siwon . . . .
‘’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’’
At canteen
Kibum dan wookie berjalan menuju kantin sekolah karena jam istirahat dan memang mereka berdua sedang lapar karna jam 12.00 siang begini memang pas untuk mengisi perut
“bummie . . . . kamu duduk disini aja,,biar aku yang pesen makan”
“ne wookie”
Sambil menunggu wookie membawakan pesenannya,,kibum menyalakan psp nya . . . . tapi kibum bosan karna wookie tidak datang juga padahal sudah laper banget kayak orang belum makan sebulan aja. Kibum menyapukan matanya ke seluruh kantin sekolah dan tiba tiba matanya membulat lebar . . . .
“knp bummie?”tanya wookie sambil meletakkan makan siang mereka
“gwaechana . . . .”tapi tetep tidak mengerakkan matanya dari pandangan yang ada di depannya . . . .
Wookie yang melihatnya aneh mengikuti arah pandang kibum . . . . . dan wookie menemukan pemandangan antara siwon dan sungmin yang bisa di bilang sangat mesra
“mereka memang selalu begitu” jawab wookie dengan santainya
“sudahlah,,ayo makan . . . . . “ [semalam dia menciumku dan sekarang seorang choi siwon di tempat umum sedang bersuapan dengan sungmin dan dengan mesranya mereka melakukannya,,,,trus semalam itu apa . . . . >>>>gerutu kibum dalam hati]
Kibum tidak bisa makan dengan tenang dan hanya melihat kelakuan mereka berdua sampai tiba tiba mata siwon menangkap dua pasang mata yang melihatnya dengan geram dan seakan akan siap menerkamnya, memakannnya, mencincangnya,,memutilasinya hingga tak berwujud manusia lagi.
Akhirnya dia menghentikan aktifitasnya dengan sungmin dan malah berpandangan dengan kibum.
Kibum yang melihat siwon memandangnya dengan begitu akhirnya beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan wookie
“ya ya ya . . . kim kibum . . . . kau meninggalkanku” teriak wookie tanpa dihiraukan oleh Kibum
Siwon yang melihat itu langsung meninggalkan sungmin dan mencari kibum di setiap sudut sekolah. Sampailah siwon di sebuah ruangan dan dia melihat seorang gadis memainkan bola basket ,,,,, siwon berjalan mendekatinya
“apa enaknya bermain sendirian”
Aku membalikkan badanku . . . . kulihat choi siwon tepat di depanku dan kami hanya berjarak satu jengkal saja. Aku terus memandangnya tapi dia terus berjalan hingga membuatku juga harus ikut berjalan mundur kalau tidak ingin kami bertabrakan,,,,sampai akhirnya aku menatap tembok ruangan ini yang membuat langkahku terhenti . . . . . karna tubuhnya yang tinggi aku harus mendongkakkan wajahku dan dia menundukkan wajahnya . . . .
“are u okey???”
[kenapa selalu kata kata itu yang bisa dia ucapkan]>>>> guman ku dalam hati
“ani . . . . nafasku sesak” aku menjawab dengan datar
“apa disini terasa sakit?”dia menyentuh dadaku sebelah kiri
“aku merasa sesak karna jarak kita yang terlalu dekat dan tubuhmu yang terlalu besar menghalangiku untuk bernafas dengan bebas” Kibum mencoba mendorongnya . . . . . dan melangkah pergi
Tiba tiba dengan posisinya masih menghadap tembok . . . .
“tapi disini terasa sakit bummie” sambil membalikkan tubuhnya ke arah Kibum yang membelakanginya
Kibum menghentikan langkahnya . . . . . .
-TBC-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar